Packaging of Pharmaceutical in Indonesia

23 May

Nama   :1. Hananto Dwiandono         G1F008026

2. Ayyu Khairunnisa               G1F008045

3. Ivo Putry Perwira Sary       G1F008086

“Packaging of Pharmaceutical in Indonesia”

Abstrak

            Salah satu bagian dari departemen riset untuk menentukan kemasan yang aman dan menarik adalah packdave. Packaging sendiri salah satu bagian yang paling essensial dalam penjualan baik medis maupun non medis. Kemasan obat, ada berbagai macam jenis. Paling umum digunakan adalah strip, blister, sachet dan botol. Kemasan produk merupakan bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus produk baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan pangan. Salah satu kemasan yang banyak digunakan untuk mengemas produk-produk farmasi yang beredar di Indonesia yaitu kemasan Alufoil. Beberapa jenis kemasan alufoil di Indonesia yang umum dipakai oleh beberapa Industri Farmasi diantaranya PTP (Push Tear Pack), Polycellonium, Polynium, Polycello, dan Polypanium. Diantara kelima jenis tersebut, yang paling populer digunakan oleh Industri Farmasi adalah PTP (Push Tear Pack), Polycellonium dan Polynium.

Keyword : Packing Development, kemasan aulfoil

 

Salah satu bagian dari departemen riset untuk menentukan kemasan yang aman dan menarik adalah packdave. Packaging sendiri salah satu bagian yang paling essensial dalam penjualan baik medis maupun non medis. Jika kemasan disuguhkan menarik, maka kemungkinan untuk terjual akan semakin tinggi (diimbangi dengan marketing yang baik). Selain itu, dalam farmasi, tak kalah pentingnya stabilitas obat yang dikemas harus selalu terjaga sehingga obat yang akan dikonsumsi oleh konsumen terjamin secara kualitas.

Kemasan obat, ada berbagai macam jenis. Paling umum digunakan adalah strip, blister, sachet dan botol. Strip merupakan kemasan yang terdiri atas dua lembar alumunium (contoh : noza, obat generik seperti dextromethorphan) sementara blister adalah kemasan yang pada satu sisi alu sedangkan sisi lainnya adalah plastik (contoh : panadol atau supra livron). Sachet, hampir sama dengan strip namun isinya lebih ke cairan atau serbuk dan tidak terkotak-kotak (contoh : antimo anak, extra joss).

Secara umum, kemasan produk merupakan bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus produk baik yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan pangan.

Selain umtuk mewadahi atau membungkus produk, kemasan pangan juga mempunyai berbagai fungsi lain, diantaranya untuk menjaga produk tetap bersih serta mencegah terjadinya kontaminasi mikroorganisme, menjaga produk dari kerusakan fisik, menjaga produk dari kerusakan kimiawi (misalnya permeasi gas, kelembaban atau uap air), mempermudah penangkutan dan distribusi, mempermudah penyimpanan, membreikan informasi mengenai produk dan instruksi lain pada label, menyeragamkan volume atau berat produk dan membuat tampilan produk lebih menarik sekaligus menjadi media promosi.

Kemasan bantak digunakan untuk mengemas produk-produk farmasi yan beredar di Indonesia yaitu kemasan Alufoil. Alufoil terdiri atas berbagai jenis, karena sifatnya sebagai pelindung produk, maka kemampuan melindungi produk itulah yang menjadi pertimbangan utama pemilihan alufoil yang akan digunakan, mengutamakan “kemampuan melindungi” dari pada penampilan merupakan tujuan yana utama.

Beberapa jenis kemasan alufoil di Indonesia yang umum dipakai oleh beberapa Industri Farmasi sebagai berikut :

  1. PTP (Push Tear Pack)
  2. Polycellonium
  3. Polynium
  4. Polycello
  5. Polypanium

Diantara kelima jenis tersebut, yang paling populer digunakan oleh Industri Farmasi adalah PTP (Push Tear Pack), Polycellonium dan Polynium. Ketiga jenis kemasan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

  • PTP (Push Tear Pack) atau yan disebut Blister Foil. Advantage jenis ini lebih ekonomis, karena volume yang digunakan lebuh kecil untuk mengisi produk yan lebih banyak. Misalnya 1 Blister bisa diisi 10 tablet-12 tablet. Sementara disadvantage dari jenis ini adalah hanya digunakan untuk produk-produk yang stabil saja.
  • Polycellonium (dengan 4 lapis atau inside printing). Advantage dari kemasan jenis ini bisa digunakan untuk produk-produk higroskopis dan produk cairan. Contohnya : produk-produk yang mengandung vitamin c, evervecent dan produk-produk obat batuk cair. Sedangkan disadvantae dari kemasan jenis ini adalah volume pemakaian bahan lebih besar yang menyebabkan harga lebih mahal untuk per satuan produknya.
  • Polynium (dengan 2 lapis atau surface printing). Kemasan jenis ini sangat digemari oleh perusahaan-perusahaan di Eropa. Advantage dari kemasan jenis ini antara lain : ramah lingkungan, hemat energi saat diproduksi (pabrik farmasi), mudah digunakan (disobek) dan memiliki barriernya bagus (terhadap udara atau matahari atau uap air). Sementara disadvantage dari kemasan ini antara lain : mudah lecek atau keriput dan variasi cetaknya tidak banyak.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim, http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=material%20kemasan%20untuk%20produk%20farmasi&source=web&cd=1&ved=0CFEQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.mesinpacking.com%2Fjenis_dan_fungsi_bahan_kemasan.pdf&ei=jiyzT6zWEsOjiQe6kL3zCA&usg=AFQjCNGIuedEb4XRCdJEKbkta8thm6QvvQ&cad=rja, diakses tgl 16 mei 2012

Anonim, http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=material%20kemasan%20untuk%20produk%20farmasi&source=web&cd=6&ved=0CFcQFjAF&url=http%3A%2F%2Fik.pom.go.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2011%2F11%2FPlastiksebagaikemasanpangan.pdf&ei=jiyzT6zWEsOjiQe6kL3zCA&usg=AFQjCNE4KM8OSK6Vc0zAd1KkARsYaz3Z7w&cad=rja

Diakses 16 mei 2012

Anonim, http://pmmc.or.id/component/content/article/4-pharmabusiness/150-mengenal-kemasan-alufoil.html

Anonim,http://www.centro.web.id/2012/01/packaging-development-at-pharmaceutical.html. Diakses 16 Mei 20112

14 Responses to “Packaging of Pharmaceutical in Indonesia”

  1. IRMA DWI May 23, 2012 at 4:31 pm #

    IRMA DWI (G1F009051)
    ada gak sih persyaratan kemasan yg baik dan kemasan yg bagaimana yg tdk boleh digunakan???trus bahan yg digunakan utk pembuatan kemasan alufoil itu apa siih??

  2. leni May 23, 2012 at 5:15 pm #

    mba mau tanya…klo packaging yang stteril dan ramah lingkungan menurut kel.mba apa?…..

  3. mustika May 23, 2012 at 5:24 pm #

    bungkus obatnya sendiri ga mengandung bahan kimiia ? pengaruh ke obatnya ga yah? apalagi buat yg jenisnya cair… makaciii🙂

    • ivo putry May 25, 2012 at 12:45 am #

      untuk bahan sudah disesuaikan dengan sifat2 obatnya, misalnya Polycellonium….bahan ini cocok buat cair karna sifatnya higroskopis
      makasiii…semoga bisa mnjawab
      ^-^

  4. tsffaunsoed2009 May 24, 2012 at 4:20 am #

    Eka Susilowati
    Apakah pengaruh lingkungan seperti suhu ruangan, kelembaban udara mempengaruhi mutu bahan kemasan obat?

    • ivo putry (g1f008086) May 25, 2012 at 12:58 am #

      iya,mempengaruhi….
      tiap bahan obat punya syarat kemasan tersendiri, klo bahan yang tidak tahan panas, tentu akn sangat mempengaruhi stabilitas dari obat itu sendiri, secara ga langsung obat akan berubag fungsi dari yang semestinya..
      makasiiii

  5. Hendri Pujiantoro May 24, 2012 at 4:22 am #

    Packaging mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah marketing,orang Indonesia cendrung melihat produk itu bagus atau tidak yang paling pertama adalah dari packagingnya terlebih dahulu,apalagi untuk sebuah kemasan obat,sudah seharusnya di buat semenarik mungkin terlebih lagi apabila yang menjadi konsumen produk itu adalah anak2.selain itu tetap harus diperhatikan agar produk tetap bersih serta terhindar dari kontaminasi.itu menurut hemat saya mba ayu,,,,

    • tsffaunsoed2010 May 24, 2012 at 1:34 pm #

      Ayyu Khairunnisa (G1F008045)

      makasi uda mampir+
      buat comentnya ya mz hendri … ^^

  6. Yudhi Mahendra May 24, 2012 at 5:04 am #

    kenapa yg polycello ama polypanium..kurang populer dgunakan..?

    Menambah wawasan jg..makasih y..

    • tsffaunsoed2010 May 24, 2012 at 2:02 pm #

      Ayyu Khairunnisa (G1F008045)

      setau saya PLO (Polycello) dan PLN(Polynium) hampir sama dengan PLM (Polycellonium), hanya saja PLO komposisinya adalah selophan dan PE (Polyetilen) sehingga sifatnya elastis dan tembus pandang (contoh : antimo tablet). Sedangkan PLN kandungannya adalah Alumunium dan PE. soalnya ada beberapa obat yang tidak tahan terhadap panas sinar matahari yang terlalu banyak sehingga kemasan yang tembus pandang biasaya ketebalannya kurang sehingga tidak maksimal untuk melindungi obat dari panasnya sinar matahari tersebut. ini juga berkaitan dengan suhu yang dihasilkan oleh panas matahari tersebut, karena biasanya sinar matahari akan menaikan suhu ruang penyimpanan sehingga obat cepat rusak.

      yang polypanium nyusul yahhh🙂 makasii yaa udah mampir…

      sumber : http://www.centro.web.id/2012/01/packaging-development-at-pharmaceutical.html

  7. arif purwanto May 24, 2012 at 7:38 am #

    dari semua kemasan yang paling aman yang mana?
    apakah dari bahan kemasan itu ramah lingkungan?
    terimakasih

  8. shella angelina May 24, 2012 at 11:11 am #

    hai..hai…hehe..
    bisa ditunjukkin ga gambar antara strip n blister??
    bingung kalo penjelasan kalimat aja..
    trz kalo boleh, cara pembuatan antara strip n blister gmn?

  9. suci liiana May 25, 2012 at 5:47 am #

    makasiii,,,,bermanfaat sakali buat saya
    sukses n salam kenal

  10. ivo putry (g1f008086) May 29, 2012 at 1:56 am #

    thx yah,,udah ngunjungin blog iniii……
    semoga bisa bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: